Panen Ubi Jalar

Pada tanggal 8 Mei 2013 saya Panen Ubi Jalar sejak ditanam 4 Februari 2013 yang lalu. Panen Ubi Jalar perdana ini memang tidak banyak hanya sekitar 2 baris dengan panjang baris 20 m, karena pada saat menanam bibit ubi jalar yang ada sangat terbatas.

Alasan kuat saya memanen Ubi Jalar dalam umur 3 bulan lebih beberapa hari dikarenakan  batang ubi jalar yang ada akan dijadikan bibit pada lahan  baru seluas 1200 m2 lebih.

Jarak penanaman ubi jalar yang saya lakukan kira-kira 30 cm antar batang, jika bibit pertama kali hanya dengan satu indukan batang menjadi sekitar 133 bibit, maka generasi ke 3 akan menghasilkan bibit yang cukup untuk menanami lahan 1 ha lebih.

Perasaan saya ketika akan Panen Ubi Jalar petama kali cukup dakdikduk, beberapa kali mengintip buahnya di setiap batang yang menyembul karena tanahnya tergerus air hujan.

Hal yang saya kawatirkan saat akan Panen Ubi Jalar adalah karena saya melewati satu langkah cara merawat ubi jalar dengan benar, yaitu membolak-balikan batang ubi jalar secara berkala untuk memaksimalkan isi buah.

Namun, karena tujuannya bukanlah buah saja yang akan saya ambil maka saya putuskan untuk memanenn nya dan tahapan yang saya lakukan dalam Panen Ubi Jalar adalah sebagai berikut :

  • Alat yang saya gunakan antara lain, sabit untuk mengambil batang ubi jalar, cangkul untuk menggali dan wadah buah ubi jalar.
  • Pertama – tama saya potong semua batang ubi jalar pada setiap pangkalnya di sisakan sekitar 5-10 cm dan saya gulung seluruh batang ubi jalar yang ada.
  • Kemudian tanah mulai digali perlahan untuk memastikan buah ubi jalar tidak terluka.
  • Jika sudah tergali semua kemudian ubi jalar dikumpulkan dan dibersikan dari sisa-sisa tanah, batang dan akarnya.
  • Setelah itu buah ubi jalar siap disimpan.
Panen Ubi Jalar perdana
Panen Ubi Jalar perdana
Panen Ubi Jalar perdana
Panen Ubi Jalar perdana
Panen Ubi Jalar buah perdana setelah di cuci.
Panen Ubi Jalar buah perdana setelah di cuci.

Kesalahan yang saya lakukan pasca Panen Ubi Jalar adalah memcuci buahnya dan langsung mengkonsumsinya. Akibatnya yang terjadi adalah rasa ubi jalar tidak manis dan kurang buket cendrung benyek dan berair.

Seharusnya setelah Panen Ubi Jalar, buah yang sudah dikumpulkan disimpan ditempat yang kering hingga beberapa waktu sampai kulit ubi jalar terlihat kering baru dapat di konsumsi dan rasanya di jamin mantep.

Inilah sepenggal cerita yang dapat saya bagi dalam Blog Pengalaman Hidup tentang cara saya Panen Ubi Jalar, semoga bermanfaat.

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *