Mulai Bisnis Baju Menyusui
Ilustrasi : Contoh Model Baju Ibu Menyusui

Yuk, Mulai Bisnis Baju Menyusui

Posted on
A d v e r t i s e m e n t

MENYUSUI merupakan pengalaman personal bagi setiap ibu, baik bagi ibu pekerja maupun ibu rumah tangga. Sayangnya, belum semua tempat atau gedung di Indonesia yang menyediakan ruang laktasi. Akhirnya, ketika sang ibu tengah berada di ruang publik dan harus menyusui, terpaksalah ia membuat penutup seadanya. Namun persoalan ini bukan lagi menjadi kendala, bahkan bisa jadi peluang baru membuka bisnis bagi siapa saja, tak terkecuali Anda.

Mulai Bisnis Baju Menyusui
Ilustrasi : Contoh Model Baju Ibu Menyusui

Lalu, Mengapa Kita Harus Memilih Bisnis di Segmen Ini?

Sebetulnya bisnis ini bisa dimulai dari pengalaman pribadi. Dilihat dari aspek agama dan kesehatan, disarankan bagi seorang ibu untuk menyusui anaknya selama dua tahun atau memberikan ASI eksklusif selama enam bulan. Akan tetapi, melakukan proses tersebut bukan tanpa kendala. Antrean panjang di dokter anak saat check up misalnya, bisa menjadi kesempatan emas untuk membuka peluang bisnis.

Saat antre dan anak butuh ASI, model busana menyusui ini menjadi solusi jitu. Desain baju dibuat sedemikian rupa sehingga si ibu tak akan merasa risih saat harus menyusui, meskipun di area publik. Sementara si bayi nyaman karena masih leluasa melihat sekelilingnya. Segmen bisnis baju menyusui tergolong anyar di pasaran. Belum banyak fasilitas publik yang menyediakan ruang laktasi, sulitnya mencari baju-baju yang bisa dikenakan saat menyusui, serta minimnya outlet-outlet yang menyediakan baju khusus menyusui menjadi beragam alasan mengapa segmen bisnis ini layak untuk Anda kembangkan.

Seperti halnya pengalaman ibu Dwi Astuti Ningsih. Awalnya ia memulai bisnis ini dari kebutuhan pribadi saat menyusui anaknya selama dua tahun. Mulanya ia pun kesulitan saat harus mencari baju-baju yang bisa dikenakan saat menyusui. Seolah ikut merasakan apa yang dialami ibu-ibu lainnya, ia mulai berpikir dan mencari cara bagaimana memfasilitasi dan mempermudah kaum ibu ketika hendak mendapatkan baju untuk menyusui. Sehingga proses laktasi bukan lagi menjadi persoalan, jadi bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Bermodalkan keinginan itu, kini Dwi sukses menjadi owner Amomzing yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan No 60, Gambiran, Yogyakarta. Bisnis yang ada di Amomzing adalah produksi baju hamil dan menyusui. Tapi dengan target konsumen tidak hanya untuk pemakaian baju hamil dan menyusui saja. Untuk baju-baju muslim setelah hamil dan menyusui juga masih tetap bisa dipakai.

Kendala Apa yang Mungkin di Temui?

Bagi sebagian orang, ilmu mungkin bisa menjadi kendala. Bagi Anda yang sama sekali tidak memiliki background pendidikan dalam hal bagaimana memulai usaha, mendesain, menjahit, terlebih lagi memproduksi, bakal menjadi kesulitan tersendiri dalam mengembangkan bisnis ini. Kemudian, jaringan yang sedikit juga akan menghambat Anda dalam memasarkan produk-produk yang Anda hasilkan. Belum lagi jika tak pandai-pandai meng-upgrade model-model terbaru juga desain yang memiliki khas tertentu, bisa menjadikan produk Anda ketinggalan zaman.

Bagaimana Solusinya?

Untuk mengatasi minimnya pengetahuan Anda dalam bidang-bidang tertentu bisa dimulai dengan belajar dari hal-hal kecil dan sederhana. Namun ini bisa dilakukan tanpa harus menghentikan usaha yang sedang dimulai. Untuk bisa mendapatkan ilmu menjahit dan memproduksi pakaian, kita bisa belajar dari seorang penjahit. Kemudian untuk desain, sedikit-sedikit Anda bisa mencari informasi dari internet dan media sosial yang ada. Memberdayakan akses internet juga bisa dimanfaatkan untuk menambah jaringan. Selain itu perluasan akses marketing juga bisa didapat dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang disediakan oleh berbagai komunitas. Ini penting bagi mereka yang belum pernah terjun secara langsung. Kemudian untuk memperkecil modal, kita gunakan sistem worth of much. Untuk pemula, bisa dimulai dengan membuat satu baju dalam satu bulan.

Strategi Pemasarannya Bagaimana ?

Sejauh ini startegi pemasaran yang dinilai paling efektif memang masih secara online. Tak bisa dipungkiri berbagai sosial media membantu kita dalam memasarkan produk-produk yang kita jual. Apalagi jika kita ingin merambah usaha di luar daerah bahkan ke luar negeri. Kendati demikian, pemasaran secara offline juga tidak bisa ditinggalkan karena tidak semua orang bisa menggunakan internet atau familiar dengan sosial media. Jadi untuk area-area tertentu, misalnya di Jakarta, strategi pemasaran offline justru yang paling laku dan ramai. Dalam pemasaran offline, si pembeli bisa langsung melihat produk yang ditawarkan secara langsung. Meskipun dibanderol dengan harga di atas pasaran para konsumen sudah tahu keunggulan produk yang dijual.

Dan yang perlu Anda ingat, semakin lama produksi baju muslim, khususnya baju menyusui, semakin banyak di pasaran. Selain karena unik, jenis busana ini banyak dibutuhkan orang. Oleh karena itu, Anda perlu mengupayakan untuk memberi diferensiasi (pembeda), baik dari segi desain, model, maupun kualitas bahan. Bisa juga Anda memperumit model dan desainnya agar bisa menjadi daya tarik konsumen.

Apa Kunci Sukses Mengembangkan Bisnis ini?

Kunci sukses mengembangkan usaha ini yang pertama adalah passion (keinginan/hasrat). Rasa jenuh terkadang muncul ketika menjalani sesuatu. Dengan passion, rasa jenuh bisa semacam ditiadakan. Ketika ada passion, kita bisa mengikuti pengetahuan-pengetahuan yang lain. Dengan passion, kita bisa berusaha mencari ilmu-ilmu yang lain sehingga ketika kita jatuh kita bisa dengan mudah bangkit kembali.

Selamat Mencoba..

A d v e r t i s e m e n t

Komentar Anda :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *