Umur Cabai Rawit dalam Pot atau Polybag

Umur Cabai Rawit dalam Pot atau Polybag ternyata tidak lebih dari dua tahun, sedangkan jika cabai rawit ditanam atau tumbuh dengan sendirinya di tanah pekarangan rumah bisa bertahan lebih dari itu.

Hal ini membuat saya berkeinginan menanam cabai rawit gunung langsung di tanah tanpa media Pot atau Plastik Polybag. Saya memanfaatkan tanah kavlingan kosong yang belum dibangun oleh pemiliknya seluas 200 m2, tentunya dengan seizin pemiliknya.

Pengalaman pertama meyimpulkan Umur Cabai Rawit dalam Pot atau Polybag tidak bertahan lama dikarenakan banyak faktor, antara lain:

  • Asupan nutrisi yang dibutuhkan kurang terjamin dan terbatas.
  • Jika musim kemarau walaupun sudah disiram namun lebih cepat mengering, karena posisi plastik polybag atau pot diletakan diatas permukaan tanah sehingga lubang-lubang di sekeliling plastik polybag terkena angin yang mempercepat pengupan air.
  • Pohon cabai tidak akan berkembang maksimal karena terbatasnya media tanah dalam plastik polybag atau pot, pada akhir ketika saya membongkar polybag ternyata dipenuhi oleh akar pohon cabai.
Umur Cabai Rawit dalam Pot atau Polybag
Umur Cabai Rawit dalam Pot atau Polybag, Kering karena lupa nyiram
Umur Cabai Rawit dalam Pot atau Polybag
Umur Cabai Rawit dalam Pot atau Polybag, Plastik polybag saya dobelin karung bekas karena sudah lapuk.
Umur Cabai Rawit dalam Pot atau Polybag
Umur Cabai Rawit dalam Pot atau Polybag, Pertumbuhan Pohon cabai mendekati panen pertama.

Budidaya cabai rawit dalam pot atau plastik polybag memang lebih mudah dan efisien dalam perawatannya, namun mengingat Umur Cabai Rawit dalam Pot atau Polybag tidak terlalu lama, tahun ini saya akan mencoba mengembangkan atau membudidayakan cabai rawit gunung langsung ditanam di tanah

 

1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *