Surat Tanah Status Sertifikat

A d v e r t i s e m e n t

Saat anda akan membeli tanah di suatu daerah tentu harus dipastikan keberadaan sertifikat dari tanah tersebut. Jika anda membeli tanah yang tidak berstatus sertifikat tentu akan ada berbagai resiko yang harus dihadapi kemudian. Sehingga akan lebih aman jika anda sudah memastikan terlebih dahulu informasi selengkap-lengkapnya mengenai tanah yang akan dibeli, terutama kelengkapan administrasinya.

Resiko Membeli Tanah Girik yang Tidak Bersertifikat

Jika anda menemukan tanah di sebuah daerah dan tidak bersertifikat maka harus sangat berhati-hati saat akan membelinya. Meskipun lokasinya bagus dan sesuai keinginan anda tetapi ada berbagai hal yang memang perlu dipertimbangkan terkait pembelian tanah girik tersebut. Sehingga jika anda sudah mempertimbangkannya dengan baik maka proses pembelian tanah girik ini akan lebih aman dan nyaman tentunya.

A d v e r t i s e m e n t

Berikut beberapa resiko membeli tanah girik atau tidak bersertifikat yang perlu anda perhatikan dengan baik :

  • Proses pembeliannya sama dengan tanah yang sudah bersertifikat, tetapi anda harus melakukan pengecekan ke kelurahan untuk mengetahui riwayat kepemilikan tanah tersebut

  • Tanah girik ini karena tidak bersertifikat maka pemiliknya bisa lebih dari dua orang atau bahkan sekeluarga bisa tiba-tiba mengakui memiliki tanah tersebut. Sehingga anda harus memastikan segalanya dengan cermat terlebih dahulu

  • Dalam pembuatan sertifikat untuk membeli tanah girik maka akan memakan waktu yang lebih lama sehingga anda harus bersabar menunggu hasil dari proses tersebut. Paling tidak akan memakan waktu hingga 90 hari kerja untuk mendapatkan sertifikat tanah

  • Anda harus memastikan bahwa pihak penjual membuat surat perjanjian yang ditandatangani oleh seluruh anggota keluarganya untuk memastikan bahwa mereka menyetujui adanya transaksi pembelian tanah tersebut. Sehingga dengan begitu akan lebih aman untuk anda dalam meminimalisasi adanya tuntutan dari pihak keluarga terkait kepemilikan tanah

Cara Mengurus Sertifikat Untuk Tanah Girik

Tentunya keberadaan surat menyurat ini sangat penting sebagai tanda bukti berbagai hal yang dilakukan dalam proses jual beli tanah. Bagi anda yang sudah terbiasa membeli tanah maka akan mudah memahami apa saja yang harus dipersiapkan dengan baik. Dalam proses jual beli tanah girik maka memberikannya sertifikat adalah suatu langkah yang tepat dilakukan.

Berikut beberapa langkah untuk membuat sertifikat tanah girik :

  • Mengurus surat keterangan tidak sengketa yang harus ditandatangani oleh kepala desa atau lurah setempat. Pejabat terkait akan memberikan tanda tangan setelah melakukan pemeriksaan data dan memastikan tidak adanya sengketa tanah tersebut

  • Mengurus surat keterangan penguasaan tanah secara sporadik dengan dilengkapi kapan waktu mendapatkan penguasaan tersebut secara jelas

  • Mengurus surat keterangan riwayat tanah yang biasanya juga diurus bersama surat tidak sengketa untuk mengetahui riwayat dari perkembangan atau bahkan perubahan pemilik dari tanah tersebut

  • Mempersiapkan biaya yang akan menyesuaikan dengan lokasi dan luasnya tanah untuk mengurus berbagai keperluan sertifikasi tanah girik ini

Anda harus mengurus segalanya dengan baik sesuai prosedur yang ada dan sudah berjalan hingga saat ini. Langkah demi langkah proses pengurusan dokumen tersebut harus diikuti dengan baik serta tepat. Jangan sampai anda menempuh jalur cepat dalam mengurus surat sertifikat namun justru salah atau tidak dapat dipercaya.

Maka mempercayakan segalanya pada orang yang memang sudah memahami mengenai hal tersebut dengan baik adalah keputusan yang sangat tepat untuk dilakukan. Sehingga jika anda masih memiliki tanah girik yang tidak bersertifikat lebih baik diuruskan.

A d v e r t i s e m e n t

Komentar Anda :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *