Mengatasi Sumber Mata Air di Lubang Septictank

Anda pernah mendengar kata Sanitasi? Septictank? Atau saluran pembuangan? Ke tiganya masuk dalam ranah yang sama yang berhubungan dengan limbah. septictank  masuk dalam unit pengelolaan limbah, septictank konvensional memiliki prinsip atau cara kerja bak penampung limbah lalu lama-lama meresap dalam tanah, septictank masuk dalam sistem sanitasi yang menggunakan pipa saluran dan kloset.

Dalam pembuatan septictank perlu di perhatikan dengan seksama mengenai kedalamannya, kerapatan dindingnya (biasanya terbuat dari campuran semen) agar tidak bocor. Jika terjadi kebocoran pada septictank akan sangat berbahaya karena bisa mencemari air dan lingkungan. Jika terjadi kebocoran cara mengatasi sumber mata air di lubang septictank adalah dengan dengan:

  • Mengatur kemiringan pipa, kemiringan pipa menentukan kelancaran proses pembuangan dari limbah. Selisih ketinggian WC dan permukaan air bak penampungan minimal dua persen yang artinya setiap 100 cm memiliki perbedaan dua sentimeter jika syarat ini tidak dipenuhi air akan sumber.
  • Pipa saluran, mengatasi sumber mata air di lubang septictank bisa dengan cara mengganti pipa saluran, mampet atau air sumber terjadi karena pipa yang digunakan tidak tahan lama. pipa yang digunakan sebaiknya jenis PVC, ukurannya disesuaikan dengan berapa banyak WC yang akan ditampung semakin banyak maka semakin besar pipanya. Pemasangan pipa septictank juga tidak boleh bengkok harus lurus karena jika bengkok akan menyebabkan aliran tidak lancar dan bisa jadi ini yang menyebabkan air sumber pada lubang septictank.

 

  • Membuat Kontrusksi sumur resapan air.

Cara ini bisa dijadikan pilihan mengatasi sumber mata air di lubang septictank. Septictank yang penuh harus segera dialihkan airnya ke media lain yaitu sumur resapan agar airnya tidak sumber. Membuat sumur resapan air ini tidak memerlukan banyak biaya dengan kontruksi yang sederhana. Sumur resapan sendiri terbagi dalam dua jenis sumur resapan air hujan dan sumur resapan rumah tangga. Manfaat memangun sumur resapan bisa mengurangi air yang ada di permukaan, mencegah air mengenang, mencegah penurunan air tanah dan sebagainya.

Perlu di ingat dan dipahami bila peletakan septictank sebaiknya di jauhkan dari sumber air karena sumber mata air dari lubang septictank bisa mencemari lingkungan, jenis bakteri yang seharusnya dipakai sebagai bakteri pembusuk ikut larut dalam air tanah. Bakteri ini jika terminum akan sangat berbahaya.

Pada musim kemarau kemungkinan air septictank dan sumber air tanah akan bertemu ini sangat besar karena pada musim kemarau tanah membutuhkan banyak air. Dari sebuah penelitian yang dilakukan akademisi menyebutkan bahwa orang yang memiliki septictank yang jaraknya dekat dengan sumber mata air terlebih sumur gali beresiko lebih besar terkena penyakit. Masyarakat Indonesia masih banyak yang membuat septictank secara asal-asalan tanpa memperhitungkan akibat yang akan ditimbulkan khususnya masyarakat perdesaan yang masih memiliki lahan luas dan juga masyarakat kampung yang hidupnya berhimpit-himpitan dan tidak memiliki septictank sendiri.

Mengatasi suber air di lubang septictank  bisa juga dilakukan dengan sedot septictank, air yang suber pada septictank disebabkan septictank yang penuh, kasus ini sering terjadi pada septictank konvensional karena daerah resapan air yang tidak maksimal sedangkan pada septictank instan biasanya jarang terjadi karena air secara kontinyu akan dialirkan terus menerus. Penyedia jasa sedot septictank mematok harga yang berbeda mulai dari lima ratus ribu sekali sedot sampai tujuh ratus ribu. Harga di sesuaikan dengan ukuran septictank.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *