Inilah Kelemahan Kawat Bronjong Dibanding Tanggul Beton yang Perlu Diketahui

A d v e r t i s e m e n t
Inilah Kelemahan Kawat Bronjong Dibanding Tanggul Beton yang Perlu Diketahui
Inilah Kelemahan Kawat Bronjong Dibanding Tanggul Beton yang Perlu Diketahui

Kelemahan kawat bronjong dibanding tanggul beton tergolong lebih sedikit dibandingkan kelebihannya. Kawat bronjong selama ini menjadi pilihan yang banyak digunakan untuk membuat pelindung pada konstruksi bangunan. Kawat bronjong itu sendiri merupakan kotak yang terdiri dari anyaman kawat baja dengan lapisan seng, Dalam penggunaannya, kawat tersebut diisi dengan batu – batu untuk mencegah terjadinya erosi.

Sifat khas bronjong kawat adalah kokoh dengan anyaman berbentuk hexagonal dan lilitan ganda. Jarak maksimum adalah 40 mm dan memiliki bentuk yang simetri. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat lebih mengenal kawat bronjong dan fungsinya.

A d v e r t i s e m e n t

Lilitan kawat harus erat dan tidak terjadi kerenggangan. Sedangkan hubungan antara kawat anyaman dan kawat sisi harus dililit minimal 3 kali agar kawat tersebut dapat menahan beban dari berbagai arah. Selama ini banyak yang membandingkan kawat bronjong dengan tanggul beton. Beton itu sendiri merupakan hasil pencampuran air, semen Portland, dan agregat serta bahan tambah yang sangat beragam mulai dari serat, bahan kimia tambahan, dan bahan buangan non kimia dengan perbandingan tertentu.

Kelemahan Kawat Bronjong

Walaupun kawat bronjong menawarkan banyak keunggulan secara umum dan memiliki beberapa kelebihan dibandingkan tanggul beton, kawat bronjong juga tidak luput dari beberapa kekurangan yaitu sebagai berikut

  • Harga lebih mahal

Kawat bronjong yang menggunakan batu – batu dengan ukuran tertentu yang ditata sedemikian rupa serta kawat yang mengelilinginya membuat biaya pembuatan kawat bronjong sedikit lebih mahal

  • Proses pembuatan Sulit

Proses pembuatan kawat bronjong lebih rumit karena menggunakan lingkaran – lingkaran hexagonal. Selain itu batu yang ditata di dalamnya juga harus dipastikan rapat dan tidak berongga karena jika sampai berongga kekuatannya akan berkurang.

  • Ukuran besar

Bronjong biasanya memiliki ukuran yang besar dan berat sehingga tidak mudah untuk diangkut dan dibentuk sesuai dengan desain yang telah dibuat. Konstruksi bronjong juga memerlukan lahan yang lebar karena ukuran bronjongnya juga lebar. Jadi, bronjong kawat kurang sesuai jika diterapkan di sungai yang memiliki daerah aliran kecil

Walaupun ada beberapa kelemahan kawat bronjong dibanding tanggul beton, berkat banyaknya kelebihan yang dimiliki oleh kawat ini, kawat bronjong lebih banyak diminati

Kelebihan Bronjong Mesin Dibandingkan Bronjong Tangan

Bronjong yang ada di pasaran saat ini hadir dalam dua macam yakni bronjong anyaman mesin yang merupakan buatan pabrik dan anyaman tangan atau buatan manual. Namun bronjong mesin menawarkan keunggulan yang lebih banyak yaitu sebagai berikut:

  • Kapasitas Produksi Bronjong Mesin Lebih Besar

Kapasitas produksi bronjong mesin dapat mencapai 1000 unit per hari dengan pekerja 50 orang. Hal ini berbeda dengan produksi manual di mana produksi maksimal hanya 10 unit per hari untuk pengerjaan 2 orang.

  • Bronjong Mesin Diproduksi Sesuai SNI

Bronjong buatan pabrik diproduksi dengan kawat yang memenuhi standar SNI dan bergalvanis tebal. Sementara itu bronjong manual biasanya terbuat dari kawat dengan galvanis rendah sehingga warnanya akan mulai berubah dalam waktu 2- 3 bulan menjadi hitam dan mulai mengalami karatan.

  • Lubang Anyaman Lebih Konstan

Jenis bronjong ini memiliki lubang anyaman yang konstan atau tetap dengan lilitan anyaman terikat mati dengan kekuatan sesuai tarikan mesin. Hal ini berbeda dengan produk manual di mana karena bentuk lubang tidak konstan dan lilitannya juga tidak kuat karena hanya menggunakan tenaga manusia.

Itulah beberapa kekurangan dari bronjong kawat. Semoga kekurangan Kelemahan kawat bronjong dibanding tanggul beton dapat memperluas wawasan Anda mengenai jenis pelindung ini dan lebih memahami pengaplikasiannya secara lebih tepat.

A d v e r t i s e m e n t

Komentar Anda :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *