Ciri Ciri Anak yang Menjadi Korban Pemerkosaan

Saat ini, Indonesia sudah masuk dalam zona darurat kekerasan seksual pada anak. Hampir setiap hari terdapat laporan ke KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) tentang terjadinya kekerasan yang menimpa anak-anak, bahkan beberapa kasusnya berujung pada pembunuhan. Belum lagi adanya kasus serupa yang oleh sebagian masyarakat tidak diangkat kasus ke permukaan karena merasa malu. Parahnya lagi, dari sebagian kasus yang terjadi, ternyata pelakunya adalah orang-orang yang dekat dengan anak, mulai dari ayah, paman, kakek, tetangga, bahkan guru anak sendiri.

Lalu, apakah kita terus akan diam saja melihat kenyataan seperti ini? Pastinya tidak. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan selalu menjaga komunikasi yang baik dengan anak, sehingga apa pun yang terjadi padanya selalu bisa dipantau. Selain itu, kita juga harus sensitif dengan kondisi sekitar, termasuk perubahan yang terjadi pada diri anak. Kenali beberapa tanda di mana seorang anak telah menjadi korban pelecehan seksual. Menurut pakar psikologi pendidikan anak, tanda tersebut dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu perubahan perilaku dan perubahan fisik. Apa saja tanda-tanda tersebut? Berikut ini penjelasan lebih detailnya.

# Perubahan Perilaku Anak

Saat seorang anak mengalami kekerasan seksual, dapat dipastikan akan terjadi perubahan perilaku sehari-harinya. Perilaku ini menunjukkan bahwa gambaran psikisnya yang sedang terguncang. Segera lakukan pendekatan secara perlahan dan penuh persahabatan jika seorang anak menunjukkan perubahan beberapa perilaku seperti berikut ini:

1.    Perilaku Regresif

Perilaku regresif ini sebelumnya tidak pernah dilakukan oleh sang anak, seperti mengompol tanpa sengaja atau sering mengisap jempol. Hal ini menjadi penanda bahwa sebenarnya di dalam dirinya sedang menyimpan suatu kecemasan yang sulit untuk ia ungkapkan.

2.    Perilaku yang Tidak Seusai Usia

Seorang anak yang sudah pernah mengalami pelecehan seksual, biasanya akan menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan usianya. Bahkan, beberapa di antaranya telah mengetahui pengetahuan praktis tentang seksual atau minimal mengucapkan kata-kata yang berhubungan dengan seksual.

3.    Terjadinya Gangguan Tidur dan Mimpi Buruk

Untuk beberapa anak yang sedang tertekan, tidurnya menjadi terganggu, atau bahkan sulit untuk tidur. Seandainya dapat tidur pun, ia akan sering mengalami mimpi buruk. Hal ini menunjukkan bahwa di alam bawah sadarnya sebenarnya sedang mengalami suatu tekanan atau kejadian yang tidak terpikirkan sebelumnya.

LIHAT Juga :  7 Fakta Panama Papers, Kasus Penggelapan yang Menggemparkan Dunia Pajak

4.    Menjadi Pendiam dan Takut Bertemu Orang Lain

Jika pelecehan seksual yang dialaminya sangat dahsyat, secara otomatis akan meninggalkan trauma. Anak tersebut akan menjadi pendiam, bahkan takut bertemu orang lain karena yang ada dalam pikirannya adalah bayangan kejadian tersebut.

5.    Mudah Marah dan Sangat Sensitif

Beberapa anak menjadi mudah marah dan sangat sensitif saat mengalami suatu kejadian yang menyakitkan. Bahkan, sikapnya juga akan berubah, baik kepada teman, saudara, maupun teman-temannya. Lebih parahnya, jika pelaku masih orang dalam rumah, anak akan takut pulang, bahkan lari dari rumah.

# Perubahan Fisik Anak

Tidak hanya perubahan perilaku, seorang anak yang sudah pernah mengalami perkosaan akan menunjukkan perubahan secara fisik. Biasanya, perubahan fisik anak ini sering dijadikan bukti akurat bahwa telah terjadi suatu perbuatan asusila terhadapnya. Berikut ini ciri-ciri fisik anak yang mengalami pelecehan seksual:

1.    Sulit Duduk Maupun Berjalan

Disadari atau tidak, bekas pelecehan seksual akan membuat anak mengalami kesulitan untuk duduk maupun berjalan. Rasa perih yang muncul secara otomatis membuat akan membuat mereka mengubah cara duduk maupun berjalannya.

2.    Alat Vital Terasa Gatal dan Sakit

Alat vital yang pernah terkoyak akan terasa sakit, terlebih pada saat digunakan untuk buang air kecil. Atau, minimal akan muncul rasa gatal di alat vital tersebut yang membuat anak sering menggaruknya.

3.    Alat Vital atau Lubang Belakang Lecet dan Berdarah

Tidak hanya sakit bagian dalam, di lihat dari luar, alat vital anak juga terdapat luka (lecet) dan mengeluarkan darah. Hal ini dikarenakan adanya gesekan yang dilakukan secara paksa.

4.    Pakaian Dalam Berdarah atau Sobek

Jika dilihat dari luar, korban perkosaan biasanya juga meninggalkan bekas darah pada pakaian dalamnya. Bahkan, jika kejadian ini dilakukan dengan kekerasan, pakaian dalam juga akan sobek.

Yuk, lindungi anak-anak kita dari para pelaku pedofilia! Save our child!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *