Cara Berternak Ayam Kampung yang Menghasilkan

A d v e r t i s e m e n t

Cara berternak ayam kampung yang menghasilkan ayam kampung (ayam jawa) banyak di ternak oleh banyak orang tetapi hanya dalam jumlah sedikit, padahal ayam kampung  adalah salah satu jenis unggas yang dagingnya di minati oleh banyak orang, jadi apabila kita tekuni dalam beternak ayam kampung akan menghasilkan banyak sekali keuntungan.

Daging ayam kampung  berbeda dengan daging ayam broiler, dagingnya lebih kenyal, gurih, dan nikmat sehingga banyak sekali orang yang menyukainya. Umuran ayam kampung yang dagingnya paling enak  di nikmati adalah umuran 3 sampai 5 bulan. Setelah berumur lima bulan ke atas dagingnya sudah agak ulet atau keras, sehingga butuh cara khusus untuk memasaknya.

A d v e r t i s e m e n t

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka dalam berternak ayam kampung harus ada beberapa hal atau cara yang harus kita lakukan, inilah cara berternak ayam kampung dari mulai indukan sampai umuran 4 bulan atau ukuran pecking (kemanggang ) :

1. Penyiapan kandang.

Kandang yang di gunakan untuk berternak ayam kampung dalam waktu yang cukup cepat dapat kita bedakan menjadi  4 jenis kandang yaitu :

  • Kandang indukan

Kandang  indukan ini adalah tempat atau  kandang perkawinan antara ayam jantan dan ayam betina. Ukuran kandang di sesuaikan dengan jumlah indukan.

  • Kandang box kecil

Kandang box kecil ini harus tertutup rapat atau kedap udara. Kita dapat membuat kandang jenis ini dengan menggunakan gardus bekas atau dengan triplek. Kandang ini untuk tempat anak ayam yang umuran 3 sampai 25 hari. Untuk ukuran kandang panjang 50 cm, lebar 50 cm, tinggi 50 cm, bisa menampung kurang lebih 50 anak ayam.

  • Kandang box besar

Kandang box besar ini adalah tempat pembesaran anakan ayam setelah dari box kecil sampai masa panen.

  • Kandang kurungan

Kandang kurungan di gunakan untuk memisahkan antara induk dan anak ayam yang baru menetes dari kandang indukan.

  • Petarangan ( tempat bertelur )

Petarangan akan di gunakan ayam pada saat mulai bertelur untuk mengerami telur-telurnya.

2.    Pemilihan indukan.

Dalam memilih indukan ( babon dan jago  )yang harus kita lihat adalah bentuk tubuh atau fisik, karena ini sangat berpengaruh terhadap keturunanya. Maka kita harus memilih indukan babon atau jago yang bentuk tubuhnya besar, tinggi dan tidak cacat guna untuk mendapatkan keturunan yang besar dan super.

3.    Perawatan

Dalam perawatan beternak ayam kampung ini karena  mumpunyai empat kandang jadi  perawatanyapun ada 4 tahap antara lain :

  • Perawatan di kandang indukan

Setelah kita mempunyai indukan  (jago dan babon ) maka kita langsung masukan saja ke dalam kandang indukan guna untuk proses perkawinan.  Ayam jantan 1  mampu melayani ayam babon 20 jadi kalau kita bandingkan 1 : 20.akan tetapi kalau kita hanya mempunyai kandang yang terbatas lahanya atau  kurang luas maka jumlah ayam betina jangan terlalu banyak karena di kwatirkan kalau jumlah ayam babon terlalu banyak dan kandangnya sempit ketika ayam betina bertelur, telurnya akan tercampur dengan babon indukan lainya. Idealnya untuk panjang kandang 5 meter dan  lebar 5 meter kita beri 7 sampai 10 ekor ayam betina.

Cara Berternak Ayam Kampung yang Menghasilkan
Cara Berternak Ayam Kampung yang Menghasilkan

Setelah babon dan jago di campur selama kurang lebih satu minggu, maka ayam akan mulai bertelur. Jumlah telur ayam babon biasanya bisa mencapai 8 sampai 14 butir. Tetapi untuk maksimal nilai tetasnya  hanya bisa menetas 8 sampai 12 butir, jadi agar babon ayam bisa mengerami telurnya dengan maksimal maka kita tetaskan saja 10 butir saja, sisanya dapat kita jual atau kita goreng. Setelah itu ayam akan mulai menetas setelah mengerami selama kurang lebih 21 hari.

  •  Perawatan di kandang kurungan

Pada saat ayam sudah menetas semuanya, maka langsung saja kita turunkan dari sarang atau petarangan agar anak ayam mulai mengenal lingkungan sekitar guna untuk kekebalan tubuhnya. Anak ayam dan babon atau indukan kita masukan ke dalam kandang kurungan yang di balut atau di lapisi dengan kain pada malam hari, supaya udara tidak terlalu dingin.

Dalam kandang kurungan ini  maka ayam babon akan mengajari anak-anaknya makan , minum, dan berceker. Pemberian pakan pada kandang ini sebanya 3 kali sehari yaitu dengan menggunakan pakan kosentarat tipe 611 dan di beri minuman vita chick yang di campur dengan air secukupnya. Setelah kurang lebih 3 hari anak ayam di pisahkan dengan babonya, anakanya di masukan ke dalam kandang box kecil dan babonya di masukan di kandang indukan lagi.

Untuk  ayam babon tetap tidak bisa melupakan anaknya dan masih mengejar – ngejar anakanya maka ada cara khusus untuk memisahkan ayam babon dengan anaknya, yaitu ayam babon di rendam dalam air kurang lebih 5 detik dan di ulangi selama 3 kali maka ayam akan mulai lupa dengan anaknya sehingga ayam akan cepat mudah bertelur lagi.

  •     Perawatan di kandang box kecil

Setelah ayam di pisahkan dengan babonnya maka anak ayam di masukan ke dalam kandang box kecil, yang mana di dalam kandang di beri lampu pijar atau lampu plentong  guna untuk menjaga suhu agar tetap hangat dan lampu hidup selama 24 jam. Untuk box ukuran di atas maka kita beri lampu pijar 20 watt dengan ketinggian kurang lebih 30 cm. Lampu pijar dapat kita beri 2 lampu yang masing 10 watt, tapi untuk menghemat biaya maka cukup denga satu lampu yang ukuran 20 watt saja.

Pakan yang di gunakan yaitu pakan  kering, artinya kosentrat tidak di campur dengan air dan jenisnya masih menggunakan pur 611. Pemberian pakan harus rutin yaitu 3 kali dalam sehari dan di beri minum vita chick secukupnya. Pemberian pakan harus meningkat sesuai dengan perkembangan ayam. Untuk pemberian minum jangan sampai sisa sampai 2 hari atau lebih, karena air yang sudah turcampur dengan vita chick dalam keadaan 2 hari atau lebih akan menjadi bau dan tidak sehat buat anak ayam. Pembersihan kandang di lakukan selama 4 hari sekali. Anak ayam di dalam box kecil ini hanya selama 20 sampai 25 hari setelah itu kita pindahkan ke bok besar.

  •     Perawatan di kandang box besar

Di dalam box besar ini anak ayam sudah mulai agresif dan banyak bergerak maka secara tidak langsung pakan yang di berikan pun akan bertambah. Untuk box besar ukuranya juga di sesuaikan dalam jumlah ayam nya untuk ayam 50 ekor idealnya di berikan kandang box dengan ukuran panjang  3 m dan lebar 2 m.

Agar supaya suhu pada malam hari tetap hangat maka kandang di beri lampu pijar 2 buah dengan daya masing – masing 15 watt. Lampu hanya di hidupkan pada malam hari, selain untuk menjaga suhu juga untuk mengantisipasi nyamuk-nyamuk pembawa penyakit. Karena dalam keaadaan terang maka ayam akan mematuk nyamuk yang menggigitnya berbeda dengan keadaan gelap.

Pemberian pakan sama dengan waktu di box kecil, yaitu 3 kali dalam sehari pada waktu pagi, siang, dan sore. Tetapi pakan yang di berikan harus berbeda, pada box pembesaran pemberian pakan selama 1 minggu yaitu pur 611 yang di campur dengan air secukupnya, tapi tidak terlalu encer.

Setelah minggu ke dua dan seterusnya pakan tetap di basahkan dan di dapat di beri campuran nasi, jagung giling, dan katul ( dedek ) halus yang mengandung banyak menir ( pecahan beras ) tetapi pakan pokokya harus tetap pur 611. Pakan yang di berikan harus selalu meningkat sesuai dengan pertumbuhan ayam sampai  masa panen. Untuk minumnya tetap menggunakan vita chick yang di campur dengan air. Untuk tempat minum mungkin harus di ganti dengan yang agak besar, karena pada umuran ini ayam minumnya cukup banyak kalau bisa 1 hari habis agar air minum tetap segar dan ayam tetap sehat.

Dengan bertambahnya pakan dan pertumbuhan ayam  secara langsung kotoran yang di hasilkan pun akan meningkat. Maka guna untuk menjaga kebersihan kandang kita harus rutin membersihkan setiap 3 atau 4 hari sekali. Jadi perawatan di kandang box besar ini adalah perawatan terakhir sampai umur kurang lebih 4 bulan atau sampai masa panen yaitu bobot yam kurang lebih 1,5 kg. Selamat mencobanya.

Komentar Anda :

2 thoughts on “Cara Berternak Ayam Kampung yang Menghasilkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *