Etika Wawancara seorang Wartawan

Posted on

Etika wawancara adalah sebuah metode untuk melakukan wawancara dengan cara yang baik. Dengan berpegang pada etika wawancara, nara sumber akan lebih terbuka dalam proses wawancara. Tak jarang, wartawan memperoleh data tambahan, bila nara sumber merasa nyaman saat proses wawancara.

Etika wawancara dasar yang dilakukan seorang wartawan adalah mengidentifikasikan diri dengan menyebutkan nama diri dan nama organisasi. Hal ini adalah etika wawancara yang dilakukan, terutama untuk wawancara resmi. Selanjutnya, jangan lupa untuk menjelaskan maksud wawancara. Dengan demikian terjadi saling terbuka antara pewawancara dengan narasumber.

A d v e r t i s e m e n t

Etika wawancara selanjutnya adalah jika membuat janji bertemu dengan narasumber, datanglah tepat waktu. Jangan biarkan narasumber menunggu. Ingat bahwa kita membutuhkan informasi dari narasumber. Datang terlambat dapat menimbulkan kesan buruk kepada narasumber. Selain itu, mengakibatkan hilangnya kesempatan mendapatkan informasi penting yang kita inginkan. Apalagi bila narasumber memiliki jadwal yang sangat padat. Misalnya, narasumber hanya dapat ditemui pada saat itu, karena ia berdomisili di negara yang berbeda. Atau, ternyata narasumber sering bepergian ke luar negeri dan jarang sekali pulang ke tanah air.

Pada saat wawancara, hormati permintaan narasumber bila suatu keterangan tidak ingin dipublikasikan (off the record). Keterangan yang  diminta untuk tidak dipublikasikan, biasanya bila hal itu memang belum fix atau belum menyeluruh. Sehingga narasumber khawatir, informasi yang belum lengkap itu justeru menimbulkan permasalahan baru.

Hormati pula permintaan nara sumber bila nama dan kedudukannya tidak ingin disebutkan. Narasumber yang tidak ingin disebut identitasnya disebut Sumber Anonim. Namun, menuliskan sumber anonim tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada beberapa Kriteria Sumber Anonim yang harus dipenuhi. Dengan menerapkan etika wawancara, informasi yang diharapkan akan mudah digali. Semoga bermanfaat.

Penulis : Hisna Cahaya

A d v e r t i s e m e n t

Komentar Anda :

Search Engine Keyword:

etika wawancara, etika dalam wawancara, etika berwawancara, etika berwawancara yang baik, etika ketika wawancara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *