Like Facebook
Di Tulis Oleh Harno, S.I.Kom. Selasa, 30 Oktober, 2012

Batu bata sebagai bahan membuat diding sebuah bangunan sudah dikenal sejak dahulukala, bahkan dahulu semen sebagai bahan pengikat antara satu batu bata dengan batu bata lainya masih sulit didapatkan, bahan pengikat digantikan dengan tanah liat atau lempung. Hal itu masih saya jumpai dipasangan batu bata setengah badan untuk dinding pelindung dan pondasi sumur di rumah orang tua saya dikampung, tetapi sekarang sudah diganti saat renovasi.

Bahan bangunan yang bisa kita gunakan sebagai dinding rumah sekarang sangat variatif, mulai dari batu bata merah biasa yang hadir dalam banyak ukuran serta harga yang beragam. Kemudian ada batako yang terbuat dari adukan semen, pasir pasang dan pasir batu atau sertu. Ada juga bata bolong yang dibuat secara modern menggunakan mesin molen, dilihat dari bentuknya tentunya lebih kuat tetapi ada juga kelemahanya yaitu pada sisi daya rekatnya.

A d v e r t i s e m e n t s


Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi informasi seputar batu bata merah yang saya gunakan dalam membangun rumah dan juga informasi yang saya dapatkan dari pengalaman kawan dan tenagga yang juga mengunakan bata merah sebagai bahan membuat dinding bangunan.

Batu bata yang saya gunakan adalah batu bata merah biasa, tetapi dari segi ukurannya lebih besar daripada batu bata yang ada dipasaran dimana saya membangun rumah yaitu di Kota Bandar Lampung. Batu bata merah tersebut memang saya datangkan dari kampung halaman langsung dimana saya tahu persis proses pembuatannya dari bahan yang digunakan dan proses pembakarannya.

Bagaimana memilih batu bata yang bagus? Kreteria batu bata yang bagus menurut pengamatan saya antara lain :

  1. Bahan tanah liat yang digunakan adalah tanah lempung atau tanah merah.
  2. Ukuran cetakannya serempak persegi dan presisi.
  3. Proses pembakaranya maksimal dan diutamakan menggunakan media kayu.

Banyak contoh kasus dan pengalaman yang saya ketahui, setelah bata dipasang dan tidak langsung diplester lama kelamaan batau bata tersebut rapuh dan mulai rontok tergerus musim. Hal ini pasti penyebapnya adalah antara lain :

  1. Bahan yang digunakan bukan tanah liat atau lempung yang bagus, walaupun bentuknya bagus dan proses pembakarannya maksimal namun tetap saja akan ketahuan seiring waktu berjalan.
  2. Bahan tanah liat yang digunakan bagus tetapi pada proses pembakaran tidak masimal, tentunya kualitasnya tidak optimal.

Inilah beberapa gambar foto dan dokumentasi batu bata yang sempat saya abadikan :

Tiga buah Batu Bata Merah dengan 3 macam ukuran

Tiga buah Batu Bata Merah dengan 3 macam ukuran, saya menggunakan yang nomor 2 dan 3 dari sebalah kiri.

Hasil pemasangan batu bata kecil yang nomor 1 digunakan oleh tetangga yang sedang membangun.

Hasil pemasangan batu bata kecil yang nomor 1 digunakan oleh tetangga yang sedang membangun.

Batu Bata Merah yang saya gunakan karena ada 2 ukuran menyebabkan dinding tidak kelihatan rapi sebelum di plester.

Batu Bata Merah yang saya gunakan karena ada 2 ukuran menyebabkan dinding tidak kelihatan rapi sebelum di plester.

Ini adalah pasangan batu bata bolong yang dibuat menggunakan mesin molen.

Ini adalah pasangan batu bata bolong yang dibuat menggunakan mesin molen.

Sedikit tips untuk kawan-kawan yang sedang mencari atau ingin membeli batu bata, pilihlah berdasarkan kualitas dan bentuk yang seragam, dan belilah sekalaigus atau bertahap tetapi dengan catatan masih menggunakan cetakan batu bata yang sama hal ini didasarkan dari RAB (rencana anggaran biaya) yang dibuat sebelum membangun rumah.

Soal harga tentunya disetiap daerah bervariasi, tetapi sekedar patokan saja pada saat saya membeli dikampung seharga Rp 250.000 /1000 buah dan ongkos angkutan dan bongkar muat sekitar Rp 700.000 berisi sekitar 6000 buah batu bata. Semoga bermanfaat.

A d v e r t i s e m e n t s



Search Engine Keyword:

desain rumah bata merah tanpa plester, cara membuat cetakan batu alam buatan, TIANG RUMAH MINIMALIS PARIASI DARI KAYU Dan BATU MERAH, rumah tembok setengah badan, instlasi listrik rumah dinding tanpa plester

Terimakasih Atas Kunjungan Anda, Jika ada pertanyaan dengan senang hati saya akan Menjawabnya.


Pengalaman Hidup lainnya

Cara Budidaya Labu Kuning...

Posted on Des - 29 - 2013

4 Comments

Harga Bibit Rumput Gajah...

Posted on Agu - 24 - 2013

0 Comment

Marah pada Ayam dan...

Posted on Agu - 21 - 2013

0 Comment

Pemilihan Lokasi Kandang Kelinci

Posted on Jun - 8 - 2014

0 Comment

Penyebab Kecelakaan Saat Kita...

Posted on Des - 7 - 2012

4 Comments

Silahkan masukan email anda dan aktifkan, untuk mendapatkan info terbaru via email:

.:PENGALAMAN IT :.

Harga Kabel Rol atau...

Posted on Okt - 29 - 2014

0 Comment

Harga Tinta Printer Warna...

Posted on Okt - 29 - 2014

0 Comment

Desain Ucapan Terimakasih

Posted on Mei - 8 - 2013

0 Comment

Desain Kaos atau T-Shirt...

Posted on Mei - 8 - 2013

0 Comment


.: PENGALAMAN USAHA :.

Hati – Hati Menunggak...

Posted on Des - 18 - 2014

0 Comment

Peluang Berbisnis Aneka Kue...

Posted on Okt - 24 - 2014

0 Comment

Gagal Permanen VS Gagal...

Posted on Agu - 5 - 2014

0 Comment

Yuk, Mulai Bisnis Baju...

Posted on Jul - 14 - 2014

0 Comment

Mengenal Jenis dan Spesiaes...

Posted on Jun - 25 - 2014

0 Comment


.: PENGALAMAN OTOMOTIF :.

Pengalaman Lucu Saat Nambal...

Posted on Mei - 16 - 2014

3 Comments

Pengalaman Pasang Fairing ...

Posted on Feb - 25 - 2014

1 Comment

Striping atau Warna Terbaru...

Posted on Sep - 8 - 2013

0 Comment

Pengalaman Pertama Bayar Pajak...

Posted on Jul - 30 - 2013

0 Comment